Kamis, 19 April 2012

Grammatical Translation Method

GTM ( Grammar Translation Method)
A. Pengertian GTM
GTM merupakan suatu metode perpaduan antara kegiatan atau metode Grammar dan Translation.Dalam metode ini siswa diharapkan mampu menerjemahkan suatu kalimat bukan dengan mengartikan saja tetapi mereka juga mampu memahami maksud dan menganalisis susunan gramatikal dari kalimat tersebut.Metode GTM sekarang ini masih sering digunakan di sekolah-sekolah dari jenjang Sekolah Dasar(SD),Sekolah Menengah Pertama(SMP) maupun Sekolah Menengah Atas(SMA).Guru masih sering mengartikan teks bahasa asing ke dalam bahasa ibu dimaksudkan siswa dapat memahami kalimat tersebut secara runtut.Penggunaan GTM harus disertai keaktifan siswa dalam menerjemahkan teks bahasa asing sehingga  siswa juga mampu mengartika teks bahasa asing menggunakan bahasanya sendiri.
Pada metode Grammar (the Grammar Method) sisiwa mempelajari kaidah-kaidah gramatika bersama dengan guru dengan daftar atau kelompok-kelompok kosakata. Kata-kata tersebut kemudian dijadikan frase ataau kalimat berdasarkan kaidah yang telah dipelajari. Pada metode ini penguasaan kaidah-kaidah lebih diutamakan daripada penerapannya.Ketrampilan lisan, seperti pelafalan, tidak dilakukan. Metode ini mudah penerapannya karena guru tidak harus fasih berbicara bahasa ynag harus dipelajari, sedangkan evaluasi dan pengawasannya juga tidak sulit.
            Metode Translation (the Translation Method) berisi kegiatan-kegiatan penerjemahan teks yang dilakukan dari hal mudah ke hal yang sulit.Pertama dari bahasa sasaran ke bahasa ibu dan sebaliknya. Penerjemahan teks dilakukan dengan cara penerjemahan kata per kata maupun gagasan per gagasan termasuk ungkapan-ungkapan idiomatic. Seperti pada metode Grammar, metode Translation dapat diajarkan pada kecil maupun besar dan guru tidak harus menguasai bahasa sasaran.
Perpaduan dua metode tersebut di atas melahirkan metode Grammar-Translation (The Grammar-Translation Method/GTM) yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1.        Kelas diajarkan dengan menggunakan bahas ibu diharapkan siswa mampu menyerap dan memahami materi dengan mudah.
2.        Pengajaran dimulai dengan pemberian kaidah-kaidah gramatika dan mengacu pada kerangka gramatika formal.Contohnya guru menjabarkan pengertian dari kata benda,kata kerja,subyek,predikat dari susunan kalimat tersebut.
3.        Kosakata yang diajarkan bergantung pada teks yang dipilih sehingga tidak ada kesinambungan antara kelompok atau daftar kosakata yang satu dengan yang lainnya.
4.        Penghafalan dan penerjemahan merupakan cirri kegiatan yang menonjol, yaitu menghafal dan menerjemahkan kosakata dan kaidah gramatika.
5.        Pelafalan tidak diajarkan atau sangat dibatasi hanya pada beberapa aspek saja.Karena tujuan dari GTM ini siswa diharapkan mampu mengerti terjemahan dari suatu kata sehingga cara baca dalam metode ini tidak begitu diperhitungkan.
6.        Lebih menekankan pada ketrampilan membaca dan menulis daripada menyimak dan berbicara.
7.        Menekankan ketepatan siswa diharapkan dapat mencapai standar yang tinggi alam penerjemahan
8.        Menggunakan bahasa ibu pelajar sebagai medium instruksi dimaksudkan agar siswa mudah mencerna teks dalam bahasa asing.
9.        Dalam metode ini guru memberikan latihan kepada siswa dengan cara memberi kalimat kemudian siswa diminta untuk menebak terjemahan dari kalimat tersebut.

Dari uraian di atas, GTM dapat didefinisikan sebagai metode pengajaran bahasa melalui analisis kaidah-kaidah bahasa secara rinci dan diikuti dengan penerapan pengetahuan tentang kaidah-kaidah tersebut untuk tujuan penerjemahan kalimat-kalimat dan teks-teks, baik dari bahasa sasaran ke bahasa ibu atau sebaliknya.Sekarang ini masih banyak guru-guru yang menggunakan metode ini untuk mempermudah siswanya mengartikan teks dalam bahasa asing.

B.Sejarah GTM
           
GTM pertama kali dikenal pada tahun 1840 di sekitar Latin dan Greek.GTM bukan suatu hal yang baru dalam pembelajaran bahasa, yang mana ini hanyalah sedikit berbeda. Nama yang telah digunakan oleh guru bahasa selama beberapa tahun yang lalu. 
Pada zaman dahulu metode ini disebut dengan “classical method” yang waktu itu digunakan di dalam pembelajaran bahasa klasik, seperti bahasa Latin dan Yunani. Di awal abad ini metode ini digunakan untuk membantu siswa dalam membaca dan memahami literatur bahasa asing. Namun ini juga diharapkan bahwasanya dalam mempelajari atau memahami grammar terhadap bahasa target yang diinginkan, siswa akan menjadi lebih mengenal aturan bahasa yang sesuai dengan bahasa sumbernya dan pemahaman yang lebih mendalam ini akan lebih membantu mereka dalam membaca dan menulis yang sesuai dengan bahasa sumbernya menjadi lebih baik. Akhirnya bisa disimpulkan bahwasanya mempelajari bahasa asing akan membantu perkembangan siswa di dalam membangun intelektualnya, ini bisa diakui bahwasanya siswa tidak akan pernah menggunakan bahasa target namun pembelajaran mental itu sangat diperlukan. 
GTM sering digunakan oleh para pengajar bahasa asing pada saat itu karena dengan menggunakan metode ini mereka lebih mudah menyampaikan apa yang mereka maksud.Pada awal penggunaan GTM para siswa lebih mudah mengerti dan memahami kalimat asing tetapi tidak dengan memahami struktur kata yang ada pada kalimat tersebut.

B.Kelebihan & kekurangan GTM
            Setiap metode pasti memiliki kelebihan dan kekurangan,berikut ada beberapa uraian mengenai kelebihan & kekurangan dari metode GTM.
Kekurangan
  • Metode ini memusatkan perhatian pada keterampilan membaca dan menulis,mengabaikan keterampilan   menyimak   dan berbicara;
  • Metode ini tidak  dapat  merealisasikan  tujuannya  dalam membiasakan siswa untuk menulis dengan benar;
  • Metode ini hanya sesuai bagi siswa yang cerdas saja;
  • Metode ini mengharuskan siswa berpikir dengan bahasa  ibu, kemudian pemikiran itu diterjemahkan ke dalam otaknya yakni kepada bahasa sasaran;
  • Metode ini terjadi secara tidak sadar, hal itu menghambat cepatnya pengajaran bahasa;
  • Metode ini menjadikan/membuat guru jadi malas;
  • Peran  guru  di  dalam  metode  ini  gampang,  jika   dia menguasai bahasa asing.


Kelebihan
·        Mengembangkan keterampilan dan kemampuan siswa dalam membaca, menulis dan menterjemah literatur bahasa asing.
·        Memudahkan siswa dalam mempelajari bahasa asing karena diperbolehkan menggunaan bahasa ibu (native language) dalam proses pengajaran bahasa tersebut. Dengan menggunakan metode ini, anak kecil menghubungkan kata-kata asing sehingga ikatan memori yang kuat bisa terbentuk
·        GTM sangat mudah diterapkan oleh guru dalam proses pengajaran bahasa karena semua orang dapat dengan mudah menggunakan metode tersebut dalam proses pengajaran bahasa tanpa perlu keahlian khusus. 

REFERENSI
·  Johnston,M.2001.Language Teaching Methodology.Handout in Seminar Kerjasama UM dan OSU di Malang.
·  Huda,N.1999.Language Teaching and Learning:Issues and trends .Malang.PIKIP Malang.
·  Fachrurrazy.2011.Teaching English as a Foreign Language for Teachers in Indonesia.Malang.State University of Malang Press.
·  WS,Erlik and Nuri .2011.Teaching English as a Foreign Language.Madiun.Istana.
·  Widiyani,Erlik.2012.Pengembangan Kurikulum Bahasa.Madiun.Istana

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar